Begitu matahari turun, lapangan tua di selatan Keraton ini berubah jadi pesta cahaya. Sepeda dan mobil genjot berhias lampu kelap-kelip berseliweran, aroma jagung bakar mengepul, dan orang-orang mengantre mencoba masangin di antara dua beringin tua.
Tutup mata dengan kain, lalu coba berjalan lurus menembus celah dua beringin tua. Konon, yang berhasil melewatinya dengan hati bersih, keinginannya terkabul. Susah? Banget. Seru? Apalagi.
Cara mainnya →Mobil dan sepeda genjot penuh lampu warna-warni — ada yang bentuk mobil, bebek, sampai karakter kartun — siap mengajakmu memutari lapangan sambil putar lagu dangdut. Wajib buat anak-anak (dan yang ngaku dewasa).
Lanjut jajan →Wedang ronde hangat, jagung bakar, sosis, sampai angkringan kopi joss. Gelar tikar, pesan camilan, dan habiskan malam ngobrol di bawah langit Jogja. Murah meriah, kenyang bahagia.
Lihat menu →Dua beringin kembar di tengah Alkid dipercaya sebagai gerbang keberuntungan. Tutup mata, berjalan lurus dari titik mulai, dan tembus celah di antara keduanya. Kelihatan gampang — kenyataannya, banyak yang malah belok jauh!
Ikat mata dengan kain atau slayer dari titik start sekitar 20 meter sebelum pohon.
Pasang niat baik, lalu berjalan lurus pelan-pelan ke arah celah dua beringin.
Berhasil lewat di tengah? Katanya hajatmu bakal terkabul. Gagal? Coba lagi, seru kok!
Dari yang hangat sampai yang dibakar — semua ada di sekeliling lapangan. Datang lapar, pulang kekenyangan. Ini sebagian favoritnya:
Cari LokasinyaTiba menjelang magrib biar dapat suasana senja sekaligus lampu malamnya.
Pedagang & sewa odong-odong umumnya tunai. Siapkan uang receh secukupnya.
Gelar tikar boleh, jaga kebersihan & barang. Ramai tapi tetap nyaman.
Alun-Alun Kidul, sisi selatan Keraton Yogyakarta. Buka 24 jam, paling hidup selepas magrib. Tinggal datang — gratis!